Home / WordPress / Cara Membuat Maintenance Di WordPress Tanpa Plugin

Cara Membuat Maintenance Di WordPress Tanpa Plugin

Cara Membuat Maintenance Di WordPress Tanpa Plugin – Halaman maintenance sangat penting kita buat. Alasannya untuk menghindari kesalahan akses blog oleh pengunjung ketika blog sedang dilakukan perbaikan. Tentunya jika kita tidak membuat halaman maintenance maka pengunjung akan merasa terganggu kenyamanannya. Jika tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu kalau blog sedang dilakukan perbaikan, maka pengunjung akan merasa kaget misalnya tiba-tiba blog error tidak bisa diakses secara normal, atau kasus lainnya. Jadi untuk itu sebaiknya sebagai webmaster yang bijak, sebelum web atau blog akan dilakukan perbaikan maka kita harus memberitahu pengunjung kalau blog akan diadakan perbaikan. Kemudian kita membuat atau meredirect halaman blog ke halaman maintenance.

Baca Juga : Merubah Halaman Error 404 Menjadi Popular Post dan Random Post

Sekarang mungkin yang menjadi pertanyaannya bagaimana cara membuat maintenance tersebut? Dan disini saya hanya akan berbagi cara membuat maintenance blog khusus untuk WordPress saja. Untuk membuat halaman maintenance di WordPress tidak perlu menggunakan plugin. Penggunaan plugin yang terlalu banyak hanya akan memberatkan loading WordPress saja. Membuat maintenance cukup dengan membuat halaman format html yang diisi dengan kode khusus kemudian kita upload ke direktori utama WordPress, misal cPanel Hosting. Nanti cara kerjanya adalah, ketika kita hendak melakukan perbaikan WordPress maka kita tinggal memanggil halaman maintenance format html tersebut. Istilah lainnya kita tinggal melakukan redirect halaman yang menuju ke halaman maintenance.

Berikut Cara Membuat Maintenance Di WordPress Tanpa Menggunakan Plugin

Untuk membuat halaman maintenance khusus untuk blog WordPress, kita hanya membutuhkan kode berikut :

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><head><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1" />
</html>

Kode diatas jika buat dalam format html maka akan menampilkan halaman yang kosong. Tentunya jika kita hanya menampilkan halaman kosong saja itu tidak akan ada manfa’atnya. Pengunjung tidak akan tahu maksud dengan ditampilkannya halaman kosong tersebut. Maka dari itu selain halaman kosong yang kita tampilkan, kita isi juga dengan pesan-pesan kalau blog sedang dilakukan perbaikan. Misalnya isi pesan tersebut adalah :

Ma’af Terganggu Kenyamanannya
Dari Tanggal ………………. Sampai Dengan ……………….
Web Sedang Dilakukan Perbaikan
Terima kasih

Sisipkan isi pesan tersebut sebelum kode penutup </html>. Kira-kira jika sudah digabung akan menjadi seperti ini :

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><head><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1" />
</html>
Ma'af Terganggu Kenyamanannya
Dari Tanggal ................... Sampai Dengan ...................
Web Sedang Dilakukan Perbaikan
Terima kasih
</html>

Selanjutnya kita bisa mempercantik tampilan halaman maintenance agar tampilannya lebih menarik lagi. Contoh halaman maintenance blog ini Anda bisa mengaksesnya di info-menarik.net/maintenance.html.

Jadi kita bisa saja menambahkan warna background atau background dengan sebuah gambar. Selanjutnya kita juga bisa memodifikasi tampilan hurufnya seperti, ukuran huruf, jenis huruf, warna huruf, dan lain-lain. Atau bisa juga kita menyisipkan gambar favicon (icon blog) didalamnya. Kode halaman maintenance blog ini adalah sebagai berikut :

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml"><head><meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1" />
<title>Maintenance WEB</title>
<style type="text/css">
body{
 background: rgb(164,179,87);
 -moz-linear-gradient(left, rgba(164,179,87,1) 0%, rgba(117,137,12,1) 100%);
 -webkit-gradient(linear, left top, right top, color-stop(0%,rgba(164,179,87,1)), color-stop(100%,rgba(117,137,12,1)));
 -webkit-linear-gradient(left, rgba(164,179,87,1) 0%,rgba(117,137,12,1) 100%);
 -o-linear-gradient(left, rgba(164,179,87,1) 0%,rgba(117,137,12,1) 100%);
 -ms-linear-gradient(left, rgba(164,179,87,1) 0%,rgba(117,137,12,1) 100%);
 background: linear-gradient(to right, rgba(164,179,87,1) 0%,rgba(117,137,12,1) 100%);
 }
<!-- 
.style1 {font-family: Cambria;color: white;font-weight: bold;font-size: 50px;text-transform: uppercase;text-shadow: 3px 3px 5px #000;}
.style2 {font-family: Cambria;color: white;font-weight: bold;font-size: 30px;text-shadow: 3px 3px 5px #000;}
.style3 {font-family: Cambria;color: red;font-weight: bold;font-size: 55px;text-transform: uppercase;text-shadow: 3px 3px 5px #000;}
.style4 {font-family: Cambria;color: white;font-weight: bold;font-size: 50px;text-shadow: 3px 3px 5px #000;}
-->
</style>
<link rel="shortcut icon" href="http://info-menarik.net/favicon.png" />
</head>
<body>
<p class="style1" align="center">Ma'af Terganggu Kenyamanannya</p>
<p class="style2" align="center">Dari Tanggal 01 Juli 2015 Sampai Dengan 20 Juli 2015</p>
<p class="style3" align="center">Web Sedang Dilakukan Perbaikan</p>
<p class="style4" align="center">Terima kasih</p>
</body>
</html>

Background yang saya gunakan untuk halaman maintenance adalah warna background gradient. Anda bisa lebih berkerasi lagi dengan mencoba warna gradient lainnya seperti yang sudah saya tulis pada artikel Percantik Tulisan Posting Di WordPress Dengan Efek Gradient.

Kemudian rubah juga URL <link rel="shortcut icon" href="http://info-menarik.net/favicon.png" /> Dengan URL lokasi favicon WordPress Anda.

Kode halaman maintenance tersebut kita simpan didalam Notepad lalu simpan dengan nama maintenance.html. Setelah itu kita upload di direktori utama WordPress melalu cPanel Hosting > File Manager > public_html.

Cara-Membuat-Maintenance-Di-WordPress-Tanpa-Plugin-2

Sampai langkah ini kita sudah mempunyai halaman maintenance yang nantinya kita gunakan ketika blog yang kita kelola mau dilakukan perbaikan. Sekarang yang harus kita lakukan adalah membuat kode redirectnya. Kode redirect ini hanya kita buat ketika kita ingin melalukan perbaikan WordPress saja. Kodenya adalah sebagai berikut :

Options +FollowSymlinks
RewriteEngine on
RewriteCond %{REQUEST_URI} !/maintenance.html$
RewriteCond %{REMOTE_HOST} !^192\.168\.888\.111
RewriteRule $ /maintenance.html [R=302,L]

Simpan kode tersebut didalam file .htaccess yang berada didalam direktori utama WordPress. Untuk menuju ke file .htaccess masih sama dengan langkah untuk upload file halaman maintenance.html (seperti gambar diatas). Dan ingat, menerapkan kode yang disisipkan didalam file .htaccess adalah hanya ketika blog akan dilakukan perbaikan saja.

Didalam kode yang harus disisipkan didalam file .htaccess, terdapat kode RewriteCond %{REMOTE_HOST} !^192\.168\.888\.111. Itu adalah alamat IP Address yang harus Anda tentukan sendiri dengan alamat IP Address komputer yang sering Anda gunakan untuk perbaikan WordPress. Jika membiarkan IP Address seperti itu, artinya nanti hanya pemilik IP Address 192\.168\.888\.111 sajalah yang bisa mengakses ke direktori WordPress ketika WordPress sedang dilakukan perbaikan.

Bagaimana mudah bukan cara membuat halaman maintenance ini ? Dan mungkin hanya itu saja tulisan singkat Cara Membuat Maintenance Di WordPress Tanpa Plugin.

About InfoMenarik

Berbagi Info & Tips Trik Menarik tentang Seputar EPS-Topik Korea, Kesehatan, Microsoft Office, Pendidikan, Photoshop, Software, Teknologi, WordPress Terlengkap dan Gratis.

2 comments

  1. Maaf mas, tentang yang .htaccess . code di atas di tambahkan dibawah code yang sudah ada atau code yang sudah ada di ganti dengan yang di atas?

    • Itu tergantung isi kode .htaccessnya mas. Untuk membuktikannya mas bisa coba trik kedua-duanya, tapi sebelum menggunakan trik hapus kode, jangan lupa untuk backup kode terlebih dahulu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *