Home / Teknologi / Pengaruh, Pengertian Serta 10 Cara Mengurangi Bounce Rate Blog WordPress

Pengaruh, Pengertian Serta 10 Cara Mengurangi Bounce Rate Blog WordPress

Cara Mengurangi Bounce Rate Blog – Besar kecilnya nilai bounce rate blog dapat dijadikan sebuah patokan dalam mengukur kepopuleran sebuah blog. Dari data yang diberikan bounce rate bisa kita ketahui apakah blog atau artikel disukai pembaca atau tidak. Semakin rendah nilai prosentase bounce rate maka kinerja blog bisa diasumsikan baik. Namun sebaliknya jika bounce rate blog tinggi maka kualitas blog tidak baik. Kita harus menurunkan bounce rate blog agar kualitas ranking blog semakin baik.

Baca Juga : Perbedaan Blog Dengan Website Yang Tidak Banyak Orang Tahu

pengaruh-pengertian-serta-10-cara-mengurangi-bounce-rate-blog-wordpress-0

Pengaruh Bounce Rate Terhadap Blog

Pengaruh terbesar bounce rate blog adalah terhadap trafik serta ranking blog di mata search engine. Dalam menilai sebuah blog search engine berpatokan pada tingkat bounce rate. Sangat penting sekali kita memahami dan belajar bagaimana mengurangi bounce rate blog. Nilai bounce rate blog yang sexy akan disukai mesin pencari dan kemungkinan besar konten blog akan mendominasi halaman terbaik Google.

Alexa rank dalam meranking suatu blog dihitung berdasarkan tingkat tinggi rendahnya bounce rate juga. Semakin rendah nilai bounce rate maka akan semakin langsing juga rank yang diberikan Alexa.

Kita bisa mengetahui jumlah tingkat prosentase bounce rate blog menggunakan Google Analytics atau Alexa Rank. Namun saya lebih merekomendasikan menggunakan Google Analytics. Karena biasanya hasil yang dilaporkan Google Analytics lebih akurat dibanding website pengukur bounce rate blog lainnya.

Pengertian Bounce Rate

Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia Bounce Rate adalah Rasio Pentalan atau Pantulan. Artinya rasio pentalan pengunjung blog yang membuka halaman blog berdasarkan jumlah halaman yang dibaca. Nilai yang ditampilkan dalam Bounce Rate dihitung berdasarkan prosentase. Hitungannya menggunakan rumus :

A/B x 100% = BR

Keterangan :

A = Jumlah pengunjung yang hanya membuka satu halaman blog;

B = Jumlah total pengunjung blog (keseluruhan);

BR = Nilai tingkat prosentase Bounce Rate.

Contoh jika halaman blog Anda mendapat 1.000 orang yang membaca satu halaman dan total jumlah pengunjung blog adalah 5.000 orang, maka jika dihitung berdasarkan rumus diatas adalah : 1.000/5.000 x 100% = 20%. Artinya bounce rate blog Anda adalah sebesar 20%.

Agar kualitas blog kita bagus dimata mesin pencari, maksimal jumlah bounce rate blog adalah 20% saja. Jika lebih dari itu maka dinilai kurang maksimal. Pengaruhnya ranking blog kita akan menurun atau tidak baik.

Umumnya penyebab tingkat prosentase bonce rate tinggi adalah sedikitnya jumlah pageview halaman blog kita. Hal ini disebabkan :

  1. Pengunjung tiba-tiba menutup halaman blog (close tab) setelah selesai membaca satu halaman blog saja;
  2. Pengunjung ketika selesai membaca satu halaman blog langsung klik link eksternal atau link yang mengarah ke halaman blog lain;
  3. Pengunjung klik tombol kembali (back) browser ketika selesai membaca artikel pada satu halaman blog.

Kesimpulannya adalah pembaca hanya membaca satu halaman saja tanpa membaca artikel lainnya yang ditulis didalam blog. Sehingga jumlah pageview sangat kecil dan menimbulkan tingkat bounce rate tinggi.

pengaruh-pengertian-serta-10-cara-mengurangi-bounce-rate-blog-wordpress-1

Lalu Bagaimana Cara Mengurangi Bounce Rate Blog?

Sebetulnya cara mengurangi bounce rate ini bukan hanya untuk blog WordPress saja, seluruh engine blog bisa mempraktikkan cara ini. Dan mungkin Anda sudah bisa menerka teori tepat untuk menurunkan tingkat bounce rate, yaitu dengan membuat halaman blog menjadi lebih menarik pada setiap artikel. Dengan begitu diharapkan jumlah pageview akan tinggi. Pembaca tidak akan langsung kabur atau keluar dari blog kita ketika selesai membaca satu halaman artikel.

Lebih jelasnya lagi cara mengurangi bounce rate pada blog adalah sebagai berikut :

1. Buat Artikel Blog Yang Lengkap dan Menarik

Populernya sebuah blog sangat dipengaruhi dengan kualitas konten blog. Diantara banyaknya konten blog salah satunya adalah artikel. Karena menurut saya konten itu bukan hanya artikel saja. Sidebar, Navigasi Menu, Header, Footer, dan sebagainya itu termasuk konten blog secara keseluruhan.

Dalam menulis artikel yang baik tidak asal menulis saja. Kita harus berusaha menulis artikel selengkap dan semenarik mungkin. Sebaiknya dalam satu artikel setidaknya memiliki minimal 500 kata. Namun selalu menggunakan bahasa singkat, jelas, dan mudah dimengerti oleh pembaca. Artikel panjang memang bagus, tapi artikel yang dipanjang-panjangin justru malah membingungkan pembaca.

Lengkapi artikel dengan gambar-gambar penunjang untuk meningkatkan kualitas pemahaman pembaca. Apalagi jika artikel yang kita bahas adalah artikel tutorial, maka gambar penunjang bisa dikatakan wajib. Bahkan jika diperlukan, sisipkan juga video yang masih berhubungan dengan pembahasan.

Baca Juga : Optimalkan Gambar Web Dengan Plugin WP Smush.it

Umumnya blog gado-gado akan memperoleh nilai bounce rate yang tinggi. Namun jika menggunakan trik khusus atau artikel dibuat semenarik dan selengkap mungkin maka akan mampu mengurangi bounce rate.

Jika artikel yang kita buat sangat menarik dan lengkap maka otomatis pembaca akan betah. Mereka tidak perduli dengan lamanya waktu bermain di blog kita. Pembaca akan terus mondar-mandir di blog untuk terus membaca setiap artikel yang diterbitkan di blog kita. Dengan begitu tingkat prosentase bounce rate blog akan menurun.

Baca Juga : Artikel Yang Bisa Cepat Terindex Oleh Google

2. Judul Artikel Dibuat Semenarik Mungkin

Ketika pembaca menemukan blog kita hal apa yang mereka lihat pertama kali? Tentunya selain desain blog yang pertama mereka lihat adalah judul-dulu artikel. Para pencari di search engine juga mereka akan melihat deretan judul artikel yang ditulis di beberapa blog.

Maka dari itu membuat dulu artikel yang mampu memikat pembaca adalah trik penting. Dengan catatan kita tidak boleh membuat judul artikel yang isinya menipu pembaca. Artinya judul yang dibuat tidak sesuai dengan artikel yang dibahas. Hal ini akan berakibat negatif pada blog kita dalam jangka waktu panjang.

Baca Juga : Cara Membuat Post Meta Di Bawah Judul Postingan WordPress

3. Buat Related Post (Artikel Berkaitan)

Apa itu related post? Sebagian besar mungkin Anda sudah tahu apa yang dimaksud dengan related post. Related post adalah deretan link artikel yang masih berhubungan dengan artikel yang dibahas. Umumnya related post dibuat dan ditampilkan diakhir artikel. Ketika pembaca selesai menyimak artikel maka mereka akan disuguhi beberapa artikel lain yang masih berkaitan. Related post ditampilkan berdasarkan kategori atau tag.

Untuk mengurangi tingkat prosentase bounce rate, sebaiknya related post dibuat hingga minimal 5 artikel maksimal 10 artikel yang ditampilkan. Jika memungkinkan, gunakan thumbnail dimasing-masing artikel yang ada di related post.

Baca Juga : Cara Membuat Related Post Tanpa Plugin Di WordPress

4. Selalu Menggunakan target=” _blank” Disetiap Link

Sebaiknya disemua link URL blog kita menggunakan atau ditambahkan target=" _blank". Artinya ketika pembaca klik link maka mereka akan dibawa ke tab baru tanpa menutup halaman sebelumnya. Dengan begitu selain akan bertambah jumlah pageview maka menahan halaman sebelumnya tetap aktif. Kegiatan ini dipercaya merupakan salah satu cara untuk mengurangi bounce rate blog.

5. Optimasi Blog Agar Ringan Ketika Diakses

Jangan anggap remeh masalah kecepatan blog ketika diakses! Karena umumnya pembaca akan kabur duluan ketika mereka mengunjungi halaman blog yang loadingnya membutuhkan waktu lama. Dengan begitu tingkat bounce rate akan tinggi.

Sebaiknya kurangi fitur-fitur tidak penting yang membebani kinerja blog Anda. Biasanya blog yang terlalu banyak aksesoris seperti widget javascript, gambar resolusi tinggi, dan masih banyak lagi. Ukur kecepatan loading blog menggunakan website pengukur kecepatan seperti GTMetrix.

Baca Juga : 3 Hal Penting Untuk Mempercepat Loading Blog WordPress Di GTMetrix

6. Gunakan Template Blog Responsive

Apa itu template responsive? Template responsive adalah template yang selalu menyesuaikan tampilan ketika diakses oleh browser atau media apapun baik komputer atau smartphone. Blog enak dilihat ketika diakses di komputer belum tentu akan enak juga ketika dilihat menggunakan smartphone atau handphone. Template responsive senantiasa akan selalu beradaptasi dengan resolusi monitor yang mengaksesnya.

Ketika blog diakses dari smartphone tidak enak dilihat atau desainnya tidak responsive, kemungkinan pengunjung akan langsung pergi tanpa membuka halaman lainnya. Dan ingat saat ini pengguna smartphone jumlah lebih besar ketimbang yang akses blog melalui Personal Computer (PC).

Jika kita tidak paham benar dengan urusan coding untuk membuat template responsive, maka saat ini sudah banyak tersebar di internet tema responsive. Anda bisa mendapatkan template responsive secara gratis atau yang berbayar.

Baca Juga : Tema Responsive Belum Tentu Mobile Friendly

7. Buat Navigasi Blog Yang Tidak Membingungkan Pembaca

Salah satu trik untuk mengurangi bounce rate blog adalah dengan membuat navigasi. Navigasi adalah petunjuk arah yang kita buat di dalam blog. Artinya sebuah petunjuk untuk mengarahkan pengunjung untuk mengetahui seluruh konten blog. Namun ingat kita harus membuat navigasi blog yang jelas tidak membingungkan pembaca. Jika blog disediakan sebuah navigasi maka diharapkan akan meningkatkan jumlah pageview dan menurunkan tingkat bounce rate.

Di dalam dunia blog sebuah navigasi sangat penting sekali. Karena navigasi dibuat agar pembaca tidak tersesat serta dengan mudah menemukan halaman-halaman blog kita.

Baca Juga : Bingung Membuat Breadcrumb WordPress?

8. Perhatikan Desain Blog

Agar blog nyaman dan sedap dipandang mata maka desain blog juga sangat penting. Hal ini bukan artinya desain blog adalah harus dikedepankan. Namun desain blog juga jangan dikesampingkan. Pembaca akan merasa nyaman jika blog yang dikunjunginya meninggalkan kesan yang sangat baik. Artinya desain blog bagus, artikelnya berkualitas, tata letak navigasinya juga jelas.

Jika desain blog kita bagus kemungkinan besar pengunjung akan terus mengobrak-ngabrik seluruh halaman blog. Atau kemungkinan mereka akan menyimpan halaman blog kita di browser yang mereka gunakan (bookmark).

9. Selalu Membuat Link Internal Di Dalam Artikel

Ketika kita sedang membuat artikel jangan sampai lupa untuk mencantumkan link internal didalamnya. Artinya link yang mengarah ke artikel lainnya yang masih atau mirip dengan artikel yang dibahas. Hal inipun akan meningkatkan jumlah pageview halaman blog dan secara otomatis akan mengurangi bounce rate juga.

Link internal berbeda dengan related post. Jika related post adalah tampilan link artikel lain secara acak (random) yang otomatis muncul berdasarkan artikel yang satu kategori atau tag. Kalau internal link adalah link yang kita buat secara manual yang kita sisipkan didalam artikel untuk menuju ke artikel lain yang masih berhubungan.

10. Jika Memungkinkan Buat Artikel perHalaman

Untuk meningkatkan jumlah pageview halaman blog adalah dengan membuat artikel menjadi perhalaman (paginasi). Istilah lainnya adalah Pagination Page dan contohnya seperti artikel ini.

Dengan catatan jika memang artikel yang kita bahas sangat banyak atau artikel panjang. Selain bisa kita buat tombol paginasi, kita bisa juga membaginya menjadi beberapa pembahasan.

Jika artikelnya menarik maka pembaca akan penasaran untuk membaca artikel selanjutnya yang kita atur menjadi perhalaman. Otomatis tingkat prosentase bounce rate akan menurun. Karena jumlah pageview atau halaman yang dibuka pengunjung akan terus bertambah.

Akhirnya artikel ini selesai juga. 10 Cara Mengurangi Bounce Rate Blog yang telah dibahas diatas bukan berarti jaminan mutlak bahwa tingkat prosentase bounce rate blog akan turun. Itu semua tergantung diri kita masing-maisng yang mengaplikasikannya. Namun diharapkan tingkat bounce rate blog yang kita kelola akan terus menurun sehingga ranking blog menjadi meningkat.

Update : 06 Agustus 2016

Karena membuat halaman posting menjadi beberapa halaman (Page Break) menyebabkan duplikat konten di Google Web Master Tools, maka postingan ini tidak lagi menggunakan pengaturan Page Break. Terima kasih.

About InfoMenarik

Berbagi Info & Tips Trik Menarik tentang Seputar EPS-Topik Korea, Kesehatan, Microsoft Office, Pendidikan, Photoshop, Software, Teknologi, WordPress Terlengkap dan Gratis.

5 comments

  1. Jadi bounce rate makin kecil makin bagus ya? Apakah hanya rumus itu yang jadi patokan? Tadinya saya kira ada kaitannya dengan durasi visit…

    • Yang saya tahu cuma rumus itu saja untuk menghitung jumlah bounce rate sebuah blog. Mungkin ada pendapat lain, silakan ditambahkan saja!

  2. A fascinating discussion is definitely worth comment. I think that you ought to publish more about this
    topic, it may not be a taboo subject but typically people don’t
    talk about these topics. To the next! All the best!!

  3. Iya mas bounce rate emang menyusahkan di seo… apalagi seperti blog sya yang termasuk dalam blog baru, Salam Persaudaraan aja mas!!!

  4. bounce rate saya sangat tinggi gan..padahal menurut saya semua tips diatas udah saya coba.gimana dong…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *