Home / Pendidikan / Mulai Tahun 2015, Sekolah Kembali Menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP)

Mulai Tahun 2015, Sekolah Kembali Menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP)

Sekolah Kembali Menggunakan Kurikulum 2006 – Perbincangan Kurikulum Sekolah semenjak adanya Kurikulum 2013 seakan tak ada hentinya. Penerbitan Kurikulum 2013 yang dinilai terlalu tergesa-gesa sehingga banyak Sekolah/Madrasah tidak siap untuk menggunakannya. Banyak Guru Sekolah/Madrasah yang mengeluh dengan hadirnya Kurikulum 2013. Mereka menganggap kalau KURTILAS sangat sulit untuk diterapkan dalam pembelajaran.

Baca Juga : Tahun 2018 Kurikulum 2013 Akan Diganti Dengan Kurikulum Nasional

Ketidaksiapan Sekolah/Madrasah dalam mengaplikasikan Kurikulum 2013 didengar oleh Anies Baswedan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyatakan untuk meringankan beban tugas Guru maka pada tahun 2015 tepatnya Semester Genap semua Sekolah/Madrasah se-Indonesia wajib kembali menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP).

Mulai-Tahun-2015,-Sekolah-Kembali-Menggunakan-Kurikulum-2006-(KTSP)

Keputusan kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2015 adalah berdasarkan rekomendasi Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Ujar Anies Baswedan bahwa umumnya Sekolah/Madrasah di Indonesia belum siap untuk menjalankan Kurikulum 2013.

Tentunya ini adalah informasi yang menggembirakan. Kini Sekolah/Madrasah akan terlepas dari beban yang membingungkan tentang adanya Kurikulum 2013.

Bukan hanya itu saja, Anies Baswedan merencanakan akan mengundangkan penerapan Kurikulum 2006 pada Semester Genap mendatang kedalam Peraturan Menteri.

Kembali memberlakukan Kurikulum 2006 pada Semester Genap meski dirasa terburu-buru, namun menurut Anies Baswedan hal ini akan menghemat anggaran pendidikan. Namun sebaliknya jika Kurikulum 2013 dilanjutkan tentunya ongkos untuk para pelajar akan jauh lebih mahal.

“Di situ letak masalahnya. Karena kurikulum dilaksanakan terburu-terburu jadi masalah, dilanjutkan terus lebih masalah. Kalau dihentikan tentu ada masalah, tapi minimal ini cut cost. Kalau diteruskan ongkosnya akan lebih mahal untuk anak-anak kita. Tapi untuk pendidikan kita ini jadi kesempatan untuk koreksi dan buat pelajaran untuk semua,” tegasnya.

Kemudian Anies Baswedan menegaskan bahwa pergantian Kurikulum ini tidak main-main serta bukan untuk kepentingan diri sendiri. Namun menurutnya pergantian Kurikulum ini dilakukan demi untuk kepentingan Siswa, Guru, dan Orangtua.

“Jangan main-main dengan kurikulum, karena kurikulum itu bukan sesuatu untuk kepentingan menterinya. Kurikulum itu untuk kepentingan siswa, guru, bisa interaksi dengan baik. Idealnya kurikulum sudah matang baru dilaksanakan, jadi enggak ketemu masalah kayak gini,” begitu ungkap Anies.

Landasan dihentikan keberlakukan Kurikulum 2013 karena masih terdapat masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, dan lain sebagainya. Menurut Anies Baswedan semenjak adanya Kurikulum 2013, Pendidikan Indonesia menghadapi masalah yang tidak sepele. Alasannya proses penerbitan Kurikulum 2013 dinilai amat cepat sehingga banyak Sekolah/Madrasah yang kelabakan.

Akibatnya seluruh anak-anak, guru, dan orang tua siswa dipaksa harus menghadapi konsekuensi KURTILAS ini. Maka atas dasar itu semua, untuk tahun 2015 tepatnya pada Semester Genap seluruh Sekolah/Madrasah se-Indonesia harus kembali menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP).

About InfoMenarik

Berbagi Info & Tips Trik Menarik tentang Seputar EPS-Topik Korea, Kesehatan, Microsoft Office, Pendidikan, Photoshop, Software, Teknologi, WordPress Terlengkap dan Gratis.

11 comments

  1. Supaya efektif diklat / workshop kurikulum nasional untuk semua guru melalui kegiatan MGMP atau KKG. Namun yang paling penting Mahirkan dulu Semua Pengawas sekolah ttg Kurikulum Nasional, sehingga mampu mendampingi pelaksanaan KUTNAS

  2. Penerbitan Kurikulum 2013 yang dinilai terlalu tergesa-gesa sehingga banyak Sekolah/Madrasah tidak siap untuk menggunakannya. Banyak Guru Sekolah/Madrasah yang mengeluh dengan hadirnya Kurikulum 2013. Mereka menganggap kalau KURTILAS sangat sulit untuk diterapkan dalam pembelajaran.==== kembali aja ke kurikulum ktsp 2016

  3. Nurasiyah Sitepu,S.pd

    assaalamuallaikum pak, tolong pak kurnas tetap kami guru-guru bahsa jerman/asing masuk ke kurikulum nasional karena kalau tidak kami jadi tdk mengajar karena jam kami tdk ada.Tolong perhatikan nasib kami pak?

  4. Berita ini masih sangat mengejar sensasi, perlu disertai data-data yang akurat dan lengkap. Pernyataan2 nya terlalu umum dan digeneralisir. Salah-salah bisa menyesatkan. Mohon dicermati dan ditimbang pernyataannya secara lebih matang.

  5. Tuladi, S.Pd.

    Menurut saya baik KTSP maupun K-13 masing2 punya kelebihan dan kekurangan. Kembali ke KTSP terlalu mundur, lanjut K-13 terlalu laju. Baiknya ambil jalan tengah yang mengambil sisi2 positif dari keduanya. Misal penilaian sikap dr K-13 sangat terasa membentuk perilaku siswa di sekolah kami yang sudah hampir 3 th melaksanakan K-13.

  6. Tuladi, S.Pd.

    Khususnya Matematika SMA/SMK, buku untuk K-13 terlalu tinggi, contoh kontekstualnya terlalu kompleks, sehingga bukannya mengararahkan logika siswa, tetapi malah sebaliknya siswa tidak tau sama sekali apa yang ia baca.

  7. Hacker Baik Hari

    Admin blog mana nih.. Hapus artikel ini atau kena somasi KEMDIKBUD juga! Copas aja mainnya!

  8. Lazzmy Aqilla

    kalau KURTILAS di cabut kembali,
    kami para siswa sudah terlanjur dari awal menggunakan KURTILAS….
    jadi akan sulit beradaptasi kembali dengan KTSP :-)

    • Info ini sudah kadaluwarsa mas. Ini adalah info dulu bulan Desember 2014. Rencananya nanti KURTILAS akan dirubah dengan KURNAS (Kurikulum Nasional).

  9. Ibu Anies hapus dong kurikulum 2013 kembalikan lagi kekurikulum 2006 kami tdk kuat dengan capenya sekolah. Kami sekolah dari terbit fajar sampai sore hari. Kami sebenarnya sekolah atau bekerja.

    #KAMI MANUSIA BUKAN ROBOT
    #SALAM PELAJAR DI INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *