Selasa, 27 Februari 2024

Cara Pindah Domain Agar Trafik Blog Tidak Turun atau Tetap Stabil dengan Redirect 301

Cara Pindah Domain Agar Trafik Blog Tetap Stabil 01

Info Menarik – Pindah domain merupakan keputusan penting yang mungkin perlu diambil oleh pemilik blog atau situs web. Meskipun ini dapat menjadi langkah yang menarik, penting untuk Kamu ingat bahwa perubahan ini dapat berdampak signifikan pada SEO dan lalu lintas situs webKamu. Namun, dengan mengimplementasikan redirect 301 yang tepat, Kamu dapat memastikan bahwa trafik blog Kamu tetap stabil atau tidak turun. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan tentang apa itu redirect 301 dan cara melakukan pindah domain dengan benar untuk menjaga stabilitas trafik blog Kamu.

Baca Juga: Panduan Lengkap Gambar Cara Parking Domain (Domain Aliases) di cPanel Hosting

Apa itu Redirect 301?

Redirect 301 adalah salah satu jenis pengalihan permanen dalam protokol HTTP. Ketika sebuah URL diredireksi menggunakan Redirect 301, itu berarti URL tersebut telah berpindah secara permanen ke URL baru. Kemudian ketika pengguna atau mesin pencari mengakses URL lama, mereka secara otomatis diarahkan ke URL baru tanpa interaksi pengguna.

Selanjutnya Redirect 301 sangat penting dalam konteks pindah domain atau melakukan perubahan struktur URL. Ketika seorang pengguna atau mesin pencari mengakses URL lama, pengalihan 301 akan mengarahkan mereka ke URL baru dengan memberikan status Moved Permanently kepada mesin pencari. Ini memberitahukan mesin pencari bahwa URL lama telah berpindah secara permanen dan bahwa semua otoritas, peringkat, dan lalu lintas harus dialihkan ke URL baru.

Kemudian penggunaan Redirect 301 membantu menjaga keutuhan trafik dan peringkat SEO yang telah terbangun di URL lama. Mesin pencari, seperti Google, akan memperbarui indeks mereka dengan URL baru dan mengalihkan peringkat serta lalu lintas ke URL tersebut. Selanjutnya Redirect 301 juga memastikan bahwa pengguna yang mengklik tautan atau memiliki bookmark ke URL lama tidak akan menghadapi error 404 atau kesalahan lainnya, melainkan diarahkan secara otomatis ke URL baru.

Selanjutnya dalam implementasinya, Redirect 301 biasanya kita lakukan dengan mengkonfigurasi server web menggunakan file .htaccess (untuk server Apache) atau melalui pengaturan server lainnya. Aturan pengalihan harus kita tetapkan untuk setiap URL yang berpindah sehingga semua lalu lintas yang mencapai URL lama diarahkan dengan benar ke URL baru.

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Subdomain, Addon Domain, dan Parked Domain (Aliases)

Pentingnya Trafik Blog Tetap Stabil Setelah Pindah Domain

Pindah domain adalah keputusan strategis yang dapat berdampak signifikan pada trafik dan peringkat SEO blog Kamu. Dalam konteks ini, menjaga trafik blog tetap stabil setelah pindah domain menjadi sangat penting. Berikut adalah beberapa alasan mengapa stabilitas trafik blog setelah pindah domain sangat penting:

1. Kehilangan Trafik dapat Mengurangi Visibilitas

Pertama, jika perpindahan domain tidak kita lakukan dengan benar dan tidak ada redirect yang sesuai, mesin pencari tidak akan mengenali URL baru sebagai pengganti URL lama. Akibatnya, blog Kamu mungkin kehilangan peringkat dan visibilitas di hasil pencarian. Ini dapat menyebabkan penurunan trafik organik dan mengurangi jumlah pengunjung yang menemukan blog Kamu.

2. Pengaruh terhadap Loyalitas Pengguna

Kemudian jika pengguna yang telah menjadi pengunjung setia blog Kamu menghadapi kesulitan mengakses situs karena perubahan domain yang tidak terkelola dengan baik, mereka mungkin menjadi frustrasi atau kehilangan minat. Ini dapat mengurangi loyalitas pengguna dan menyebabkan penurunan trafik serta partisipasi mereka di blog Kamu, seperti komentar, berbagi konten, atau berlangganan.

3. Mempertahankan Otoritas Domain

Selanjutnya ketika Kamu memindahkan domain, penting untuk mempertahankan otoritas yang telah Kamu bangun dengan baik. Redirect 301 membantu memindahkan otoritas dari URL lama ke URL baru, memastikan bahwa peringkat yang telah Kamu capai dan kualitas tautan (backlink) yang Kamu peroleh tetap terjaga. Kemudian tanpa pengalihan yang tepat, otoritas domain Kamu dapat terganggu, mengakibatkan penurunan trafik dan peringkat.

4. Mencegah Efek Negatif pada Backlink

Kemudian jika blog Kamu memiliki banyak tautan masuk (backlink) dari situs lain, perpindahan domain tanpa redirect yang tepat dapat menyebabkan backlink tersebut menjadi tidak relevan atau rusak. Ini dapat mengurangi nilai backlink Kamu dan berpotensi mempengaruhi peringkat dan trafik blog Kamu secara negatif. Dengan menggunakan redirect 301, backlink dapat dialihkan ke URL baru sehingga tetap berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat SEO.

5. Mempertahankan Konsistensi Merek

Selanjutnya pindah domain dapat berdampak pada citra dan konsistensi merek blog Kamu. Jika pengunjung yang telah terbiasa dengan domain lama mengalami kesulitan dalam mencari atau mengakses blog Kamu. Kemudian setelah pindah domain, ini dapat mengganggu persepsi merek dan mengurangi kepercayaan pengguna. Dengan mengelola pindah domain dengan baik dan memastikan pengalihan yang tepat, Kamu dapat mempertahankan konsistensi merek dan memberikan pengalaman yang mulus kepada pengunjung.

Baca Juga: Cara Mudah Mempercepat Proses Propagasi Domain Tanpa Software

Cara Pindah Domain Agar Trafik Blog Tetap Stabil dengan Redirect 301

Menjaga trafik blog tetap stabil atau tidak turun setelah pindah domain sangat penting untuk mempertahankan peringkat SEO, visibilitas, dan kepercayaan pengunjung. Redirect 301 yang tepat adalah kunci untuk mengalihkan otoritas dan trafik dari URL lama ke URL baru dengan minimal gangguan. Dengan merencanakan dan melaksanakan perpindahan domain dengan hati-hati, Kamu dapat meminimalkan dampak negatif dan memastikan trafik blog Kamu tetap stabil setelah pindah domain.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Kamu ikuti untuk melakukan pindah domain dengan benar dan menggunakan redirect 301:

1. Lakukan Pemetaan URL

Pertama, silakan Kamu lakukan pemetaan URL antara domain lama dan domain baru. Identifikasi halaman-halaman penting di domain lama yang memiliki peringkat baik di mesin pencari atau menerima lalu lintas yang signifikan. Kemudian pastikan untuk membuat daftar URL tersebut dan mencatat halaman terkait di domain baru yang sesuai.

2. Perbarui Struktur URL

Kemudian saat memindahkan domain, upayakan untuk menjaga struktur URL sejalan dengan domain lama. Jika memungkinkan, pertahankan struktur URL yang sama atau yang serupa di domain baru. Selanjutnya jika Kamu perlu mengubah struktur URL, pastikan untuk melakukan pengalihan satu-per-satu dengan redirect 301. Hal ini akan membantu menjaga peringkat pencarian dan memberikan pengalaman pengguna yang mulus.

3. Set Up Redirect 301

Selanjutnya konfigurasikan pengalihan redirect 301 pada server web Kamu. Jika Kamu tidak memiliki keahlian teknis yang diperlukan, Kamu bisa menghubungi penyedia hosting Kamu untuk mendapatkan bantuan.

Namun sebelum menghubungi tim teknis penyedia hosting, coba lakukan dulu langkah-langkah redirect 301 yang akan saya terangkan pada artikel ini.

Kemudian untuk melakukan redirect 301 itu terbagi menjadi dua, yaitu:

1. Redirect 301 melalui Fitur cPanel

Cara pertama kita bisa melakukan redirect domain lama ke domain baru dari fitur yang tersedia di cPanel. Ini adalah cara yang paling praktis dan tentunya yang paling mudah. Silakan Kamu login di cPanel masing-masing dengan mengakes http://domainlama.com/cpanel. Kemudian Kamu klik pilih Redirects yang terdapat pada tab Domains.

Cara Pindah Domain Agar Trafik Blog Tetap Stabil 02

Kemudian pilih tipe redirect yang ingin Kamu tentukan. Apakah Redirect Permanent (301) atau Redirect Temporary (302). Lalu apa perbedaannya antara tipe redirect 301 dan redirect 302?

  1. Redirect Permanent (301) adalah tipe redirect atau pengalihan URL domain lama ke domain baru dan URL lama tidak akan Kamu gunakan lagi untuk selamanya. Dengan kata lain tipe redirect ini sifatnya adalah permanen.
  2. Redirect Temporary (302) adalah tipe redirect sebaliknya dari redirect permanen. Artinya tipe redirect ini hanya bersifat sementara saja dan Kamu bisa mengembalikan redirect seperti semula.

Cara Pindah Domain Agar Trafik Blog Tetap Stabil 03

Setelah menentukan tipe redirect, langkah selanjutnya adalah memilih domain yang akan kita redirect atau domain lama. Dalam contoh ini saya hanya mempunyai satu domain saja yaitu info-menarik.net.

Cara Pindah Domain Agar Trafik Blog Tetap Stabil 04

Jika redirect Kamu pada bukan URL utama maka silakan Kamu isi kolom URL di bawahnya. Artinya redirect ini hanya akan mengalihkan link URL halaman atau posting tertentu saja. Namun jika kita ingin redirect URL utama blog maka kolom tersebut kita kosongkan saja.

Kemudian Kamu harus mengisi kolom Redirects to dengan URL domain baru. Contoh di bawah saya mengisi dengan http://info-menarik.com. Artinya nanti ketika pengunjung dan juga search engine mengakses domain info-menarik.net akan dialihkan otomatis ke URL domain info-menarik.com.

Pilih juga tipe redirect www itupun jika domain Kamu menggunakan www, jika tidak maka pilih yang Do Not Redirect www dan terakhir klik Add.

Cara Pindah Domain Agar Trafik Blog Tetap Stabil 05

Sampai langkah ini selesai sudah melakukan redirect 301 untuk domain lama ke domain baru Kamu melalui fitur cPanel.

2. Redirect 301 melalui File .htaccess

Cara kedua ini jika web hosting Kamu menggunakan jenis server Apache atau LiteSpeed maka bisa membuat redirect 301 menggunakan file .htaccess. Kamu temukan dulu file .htaccess dari halaman cPanel kemudian klik pilih File Manager dari tab Files.

Kemudian Kamu klik pilih public_html. Mungkin tampilan cPanel ini akan berbeda-beda, namun intinya masih sama sehingga cari saja File Manager dan public_html web hosting Kamu.

File .htaccess yang terdapat di web hosting biasanya tidak akan terlihat (hidden) maka dari itu silakan Kamu unhide dulu dengan cara klik Settings.

Klik pilih Show Hidden Files (dotfiles) dan klik Save. Nanti semua file yang statusnya hidden akan terlihat termasuk file .htaccess.

Klik file .htaccess dan klik pilih juga Edit untuk mengubah atau menambahkan kode redirect di dalamnya.

Silakan Kamu tambahkan rules .htaccess berikut ini kedalam file .htaccess web hosting Kamu.

RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^ domainlama.com [NC,OR]
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^ www.domainlama.com [NC]
RewriteRule ^(.*)$ http://domainbaru.com/$1 [L,R=301,NC]

Jangan sampai lupa ubah URL di dalam kode di atas dengan URL domain lama dan baru Kamu. Kemudian klik Save dan selesai sudah membuat redirect 301 menggunakan file .htaccess ini.

4. Verifikasi Pengalihan

Kemudian setelah mengatur redirect 301, sangat penting untuk memverifikasi apakah pengalihan berfungsi dengan benar. Coba akses beberapa URL lama dan pastikan Kamu diarahkan ke halaman yang sesuai di domain baru. Selain itu, gunakan alat pengindeks seperti Google Search Console untuk memantau perubahan dan memastikan tidak ada masalah yang muncul.

5. Update Link Internal

Selanjutnya setelah pindah domain, langkah berikutnya adalah memperbarui semua link internal di situs Kamu. Pastikan semua tautan menuju ke URL baru daripada URL lama. Hal ini penting untuk memastikan pengalihan 301 hanya Kamu gunakan untuk pengguna atau mesin pencari yang mengakses URL lama melalui sumber eksternal.

Kemudian untuk melakukan ini agar prosesnya cepat, Kamu bisa menggunakan plugin Update URLs.

6. Informasikan Google

Akhirnya, beri tahu mesin pencari tentang perubahan domain Kamu dengan menggunakan Google Search Console. Sampaikan perubahan tersebut melalui fitur Pindah ke Domain Baru yang tersedia di Search Console. Ini akan membantu mesin pencari memperbarui indeks mereka dengan URL baru dan memastikan perubahan tersebut dikenali secara akurat.

Baca Juga: Cara Mengetahui EPP Code untuk Transfer Domain dari Registrar satu ke Registrar Lainnya

Kesimpulan

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan mengimplementasikan redirect 301 yang tepat, Kamu dapat meminimalkan dampak negatif pada SEO dan trafik blog Kamu saat memindahkan domain. Pastikan untuk memantau perubahan dan membuat langkah-langkah yang Kamu perlukan jika ada masalah yang muncul.

About Info Menarik

Berbagi Info & Tips Trik Menarik tentang Android, EPS-Topik Korea, Kesehatan, Microsoft Office, Pendidikan, Photoshop, Software, Teknologi, WordPress Terlengkap dan Gratis.

17 comments

  1. cocok mas yang ini , tapi seperti biasa saya kalau tidak langsung praktek rasanya gimana gitu , jadi nunggu beli domain dulu , lalu mampir sini lagi lalu kalau masih bingung tanya lagi , terima kasih sebelumnya , lowongan guest post masih ada nggak :v

    • Sampai kapanpun lowongan GuestPost untuk mas Arman pintu terbuka lebar, silakan mas dengan senang hati. :) Oh iya nanti jika sudah beli domainnya saya siap bantu semampunya.

  2. Mas, jadi kalau domain lama dan baru satu hosting, gak perlu ada data dari domain lama yang dicopy ke domain baru?

    Lagi mau ganti domain juga soalnya.

  3. blog ku turun mas gara – gara redirect dari blogger ke wordpress.. padahal semuanya telah aku lakukan dengan benar lohhh.. huuuu.. sedihh.

  4. Kalo di Google Webmaster perlu juga gak gan disetting redirect dari domain lama ke domain baru? Soalnya ane pernah baca, katanya biar mesin pencari langsung tahu ada redirect domain, tapi ane masih belum paham caranya. Makasih.

  5. Mas bsa gak ya redirect domain nya gak lewat cpanel, klo sekedar menggunakan bantuan plugin aredirect ja udh cukup kh?

  6. jadi bila kita hanya membeli domain saja tanpa hosting bisa apa tidak mas mengunakan redireck , atau zonk sebab kita tidak punya kaun cpanel dan trimakasih atas artikelnya

  7. Terima kasih banyak tutornya bos..
    Sukses pindah domain dari domain lama ke domain baru.. And semoga index di google tetep stabil

  8. Redirect 301 itu berguna agar tidak kehilangan traffic jangka pendek. Tapi kalau serp tetep aman kita juga harus setting di webmasternya. Tombolnya ada di pojok kanan atas, cari aja. Biar yang udah page one dengan domain lama bisa digantikan dengan domain baru, tanpa kehilangaan peringkat. Semoga bermanfaat

  9. kalau redirect artikel memang harus satu2 ya mas, ga ada cara instan buat banyak artikel? kemudian kalau untuk migrasi dari blogger ke wordpress apa di permalink harus pake .html juga atau tidak masalah kalau pake permalink standar wordpress yang tanpa html

  10. perlu didaftarin Webmaster Google lagi ga gan untuk domain barunya?
    cara redirect 301 semua halaman dengan htaccess gimana caranya gan?

  11. terima kasih atas infonya mas :)

  12. Bang mau tanya dong, itu di tutorial pertama redirect via cpanel, untuk pilihan Wild card redirect nya perlu diceklis? soalnya belum dijelasin.

    • Wild Card Redirect akan mengalihkan semua file di dalam filename yang sama pada direktori yang dialihkan. Akan tetapi, Wild Card Redirect tidak dapat digunakan untuk mengalihkan domain utama ke direktori lain di situs Kamu.

  13. kalau ganti hosting dengan domain yang sama apakah akan mempengaruhi posisi di SERP bang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.