Senin, 18 Oktober 2021

Alasan Berobat Di Luar Negeri Lebih Banyak Disukai Masyarakat Indonesia


Berobat Di Luar Negeri Lebih Banyak Disukai – Ada perbedaan signifikan antara jumlah turis Indonesia jika dibandingkan dengan Malaysia. Dengan gencarnya promosi pariwisata dari pemerintah Malaysia, sebagai negara tujuan belanja dan rekreasi. Tidak heran, pemasukan negara yang satu ini juga tinggi dalam bidang medical tourism, jika dibandingkan dengan anggota ASEAN lainnya.

Baca Juga : Wajib Tahu ! 10 Negara Ini Berani Membayar Gaji Buruh Tertinggi Di Dunia

Kesehatan menjadi aset paling bernilai yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Tanpa kesehatan,kita akan susah dalam melakukan aktifitas apapun. Karenanya hal ini penting,dan slogan “mencegah lebih baik dari pada mengobati” harusnya sudah tertanam dalam diri setiap orang terutama di Indonesia lewat kebijakan BPJS yang dicanangkan pemerintah.

Hadirnya BPJS Kesehatan dalam beberapa tahun kebelakang, memberikan angin segar bagi rakyat yang kurang mampu, untuk mendapatkan perawatan yang layak hanya dengan iuran per bulan kelas tiga sebesar Rp. 25 ribu saja maupun untuk kelas dua dan satu masing-masing sebesar Rp. 52 ribu dan Rp. 80 ribu.

Benefit yang didapatkan juga luar biasa, semua ditanggung pihak BPJS dan kita tidak perlu mengeluarkan satu rupiah pun untuk biaya rumah sakit sampai biaya obat sekalipun. Sistem subsidi silang seperti ini sangat baik, namun masih ada kendala yang dirasakan banyak stakeholder terkait terhadap jasa pelayanan kesehatan sampai terakhir, ada banyak wacana tentang redesign program karena defisit yang tak kunjung usai.

Medical tourism

Dengan masih banyaknya masalah terkait jaminan kesehatan bahkan jasa pelayanan berobat sendiri di dalam negeri, tidak heran masyarakat Indonesia masih banyak yang lebih menuntut hal yang pasti-pasti saja, terlebih terkait dengan kesehatan mereka, sampai berobat di luar negeri.

Walaupun sebenarnya BPJS hanya dapat digunakan untuk berobat di dalam negeri, banyak masyarakat masih menganggap berobat di luar negeri lebih berkualitas dibuktikan dengan jumlah health care tourist Indonesia yang berobat ke Singapura, Malaysia sampai Thailand.

Apa kata pemerintah Indonesia?

Dalam beberapa tahun belakangan ini ada banyak didirikan rumah sakit bertaraf internasional di Jakarta, Bogor bahkan Batam. Dengan niat baik pemerintah Indonesia untuk menjawab permintaan banyak pasien yang berobat ke luar negeri.

Namun sampai hari ini, jumlah pasien yang berobat ke luar negeri seolah tidak berkurang, banyak warga Sumatra yang lebih memilih Malaysia sebagai tujuan berobat ketimbang rumah sakit bertaraf internasional di dalam negeri.

Banyak alasan yang memprakarsai masalah ini. Salah satunya adalah masalah biaya. Jika dibandingkan dengan biaya di luar negeri yang memang sangat murah, namun juga disertai dengan kualitas peralatan dan pelayanan yang sebanding. Apalagi jika kita berbicara tentang kualitas tenaga dokter yang sebenarnya tidak berbeda jauh.

Namun dengan adanya banyak kasus mengenai kesehatan mulai dari penolakan pelayanan, mogok sampai mal praktik tidak membantu menaikkan reputasi terhadap pelayanan jasa kesehatan di Indonesia.

Seiring hadirnya BPJS pun, bertambah banyak masalah yang muncul mulai dari macetnya dana yang tersalurkan kepada rumah sakit dan dokter. Dana macet ini bukanlah hal baru.Setiap dana yang keluar harus melalui proses birokrasi yang rumit, yang berakibat kepada terhambatnya cair uang kepada yang berhak.

Hal ini tidak dapat disalahkan kepada pemerintah saja, karena memang proses birokrasi menjadi penting, agar dana tidak salah kelola dan melalui proses yang sesuai karena sejatinya setiap penyaluran  dana tersebut harus dipertanggungjawabkan oleh banyak pihak terkait.

Walaupun sebenarnya banyak studi kasus yang dapat digunakan di luar negeri tentang birokrasi yang lebih cepat, namun semuanya tidak dapat kita harapkan selesai dalam waktu singkat, mengingat BPJS sendiri masih seumur jagung.

Dan sekarang dengan pendekatan BPJS yang mengutamakan slogan mencegah dari pada mengobati,harapannya dapat menekan biaya pengobatan yang mahal dengan pencegahan rutin yang jauh lebih murah, walaupun antrian di puskesmas menjadi lebih panjang.

Masyarakat diharapkan dapat berobat jika ada indikasi gejala penyakit dan tidak lagi melulu berobat jika sakit sudah menjadi parah. Karena praktik seperti ini malah memakan biaya yang lebih banyak dengan tindakan yang diambil lebih drastis seperti operasi dan rawat inap.

Kendala berobat di Indonesia

Nah kembali lagi,jika dibandingkan dengan jasa pelayanan kesehatan di luar negeri, rumah sakit dan dokter Indonesia masih dipandang sebelah mata. Berita-berita tentang tindakan tidak professional yang dituntut oleh beberapa pihak perseorangan,banyak diangkat media dan menjadi tinju keras pada reputasi jasa pelayanan kesehatan di Indonesia.

Teknologi menjadi kendala selanjutnya, bukan hanya dari hal peralatan medis, namun juga dalam urusan prosedur medis seperti transplantasi organ. Karena ada kendala hukum,sampai budaya, teknik transplantasi organ di Indonesia sulit berkembang. Jika dibandingkan dengan pelayanan di luar negeri yang sarat dengan studi kasus serupa, pastinya banyak pasien yang lebih memilih untuk berobat di luar negeri.

Sikap dokter di Indonesia sendiri juga tidak membantu. Seperti yang diungkapkan Kartono Mohamad, Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, dokter di Indonesia masih belum menempatkan kepentingan pasiennya sebagai prioritas utama.Kesediaan mengkomunikasikan penjelasan yang diperlukan kepada setiap pasiennya masih sangat lemah. Jika dibandingkan dengan pelayanan dokter luar negeri hal ini masih sangat jauh dari kata cukup.

Salah diagnosa tidak menjadi hal baru lagi, hal ini disebabkan oleh singkatnya durasi pemeriksaan oleh dokter dalam negeri. Jika dibandingkan dengan dokter di luar negeri, yang dapat berkonsultasi rata-rata lebih dari 30 menit, memberikan kepercayaan lebih dan hubungan intim antara pelayanan jasa kesehatan dengan pasien yang ditanganinya.

Berobat di luar negeri juga menjadi kebanggaan tersendiri jika dibandingkan dengan pelayanan kesehatan di dalam negeri, secara psikologi, tidak puas dengan standar yang diberikan. Tidak dapat kita pungkiri, standar kesehatan dalam negeri masih kalah jika dibandingkan dengan saat Anda berobat di luar negeri.

Kelebihan berobat di luar negeri

Rumah sakit esensinya bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada pasien melalui perspektive total quality, dimana pasien sendirilah yang akan menilai kualitas dari layanan kesehatan yang mereka terima. Kualitas pelayanan inilah yang menjadi sangat penting untuk dapat meningkatkan citra rumah sakit dan membuat setiap pasien mempromosikan gratis pelayanan tersebut kepada orang lain lewat mouthto mouth maupun untuk kembali menggunakan jasa yang sama.

Berobat di luar negeri memberikan banyak manfaat mulai dari peralatan kedokteran kelas satu,dokter yang melayani pasiennya dengan tekun, sistem pelayanan yang teruji, dan semua itu dapat kita dapatkan dengan harga yang sangat murah. Untuk jasa checkup lengkap saja, paket yang dipatok hanya memerlukan biaya antara Rp. 1,5 juta sampai Rp. 2,5 juta saja untuk Rumah Sakit di Penang, Malaysia.

Pengalaman saya pribadi, saat itu mengambil medical check up paket enhanced yang berharga Rp. 2,2 juta rupiah. Kesannya puas sekali yang didampingi oleh beberapa perawat yang berbeda untuk melakukan pemeriksaan lengkap, sampai pada akhirnya ada 10 menit konsultasi dengan dokter dalam hal masalah gizi dan report dari check up yang dilakukan.

Saya sendiri sudah mempersiapkan uang lebih sebagai dana darurat, apalagi kita berada di negeri orang dengan resiko yang tidak kita ketahui. Karena itu dana darurat menjadi penting. Alternatif lain adalah dengan adanya relasi yang bisa mengirimkan uang cepat ke rekening kita, jika sewaktu-waktu kamu membutuhkan uang tambahan untuk berobat. Disini ada list kode bank yang bisa kamu gunakan untuk membantu proses transfer uang antar bank agar lebih mudah.

Nantinya kamu bisa menarik uang di ATM yang memiliki logo yang sama dengan kartu yang kamu miliki,mulai dari Master Card, Visa, Cirrus, dan lain-lain.

Negara tujuan berobat paling diminati

Standar berobat diluar negeri sendiri sebanding dengan kualitas jasa pelayanan kesehatan yang diberikan. Bukan berarti biaya kesehatan di luar negeri termasuk sangat mahal.Tidak. Bahkan beberapa rumah sakit ternama di Malaysia merupakan bantuan dari masyarakat Indonesia, dan memberikan pelayanan kelas satu dengan biaya yang terjangkau.

Dari statistik Kementrian Pariwisata Malaysia saja, ada peningkatan yang singnifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan pasien banyak yang berasal dari Indonesia selain Thailand dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Malaysia berhasil mendapatkan banyak pemasukan lewat medical  tourism terutama dari daerah Sumatra karena jarak tempuh yang dekat dan biaya kesehatan yang luar biasa murah selain dari jasa pelayanan kesehatan yang tidak perlu diragukan lagi.

Terlebih, Anda tidak perlu visa untuk melakukan perjalanan berobat ke Malaysia, Anda bebas keluar masuk negara-negara ASEAN dengan limit waktu selama 30 hari. Karena itulah program medical tourism menjadi booming sejak beberapa dekade lalu, dan hadir banyak paket tour yang dapat menyiapkan keberangkatan pasien dan keluarga, pelayanan antar jemput bandara,sampai ke penginapan.

Paket berobat luar negeri

Berikut paket medical check up menarik yang kami dapatkan, semoga memberikan gambaran murahnya biaya berobat di berbagai Rumah Sakit di Malaysia.

Paket yang paling menarik dan populer datang dari Rumah Sakit Lam Wah Ee di Penang, ada 3 jenis paket yang tersedia mulai dari paket basic, essential dan enhanced. Biaya yang perlu Anda persiapkan juga sangat terjangkau, dimana yang paling murah adalah paket basic seharga RM 228 (Rp. 800 ribu) sampai paket enhanced sebesar RM 630 (Rp. 2,2 juta) saja.

Jika dibandingkan dengan peket medical check up di dalam negeri, Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta misalnya mematok harga mulai dari Rp. 4,5 juta sampai Rp. 17,3 juta biaya medical check up tergantung dari paket yang dipilih.

Persiapan sebelum berangkat

Mintalah rujukan dari dokter keluarga Anda, konsultasi dan tes apa saja yang perlu dilakukan jika Anda ingin melakukan check up medis, maupun melakukan pengobatan tertentu.Jika Anda sakit, minta surat keterangan dari dokter keluarga Anda mengenai keterangan rinci kondisi kesehatan dan riwayat penyakit Anda, sampai jenis obat-obatan yang Anda konsumsi sampai saat ini.

Demikian penjelasan dan sharing pengalaman saya check up di Lam Wah Ee, semoga aman dan sehat selalu untuk Anda.

Azlan Shah

Penulis memiliki pengalamanmedical check up di Penang dan ingin berbagi dengan banyak masyarakat Indonesiayang memiliki rencana yang sama. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca blog ini.

About Info Menarik

Berbagi Info & Tips Trik Menarik tentang seputar Android, EPS-Topik Korea, Kesehatan, Microsoft Office, Pendidikan, Photoshop, Software, Teknologi, WordPress Terlengkap dan Gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.