Sejarah Bahasa Korea Awal Mula Tercipta Huruf Hangeul Oleh Raja Agung Sejong

Sejarah Bahasa Korea

Sejarah Bahasa Korea – Hingga saat ini Demam Korea (Hallyu=한류) masih merajai sebagian besar anak muda di Indonesia hingga dunia. Mulai perjalanan K-Pop sampai drama Korea telah sukses membuat budaya serta bahasa Korea populer di Asia bahkan dunia. Bukan hanya K-Pop dan drama Korea saja, bekerja di Korea juga menjadi primadona. Pasalnya gaji kerja di Korea sangat menggiurkan yang saat ini sekitar 30 juta per bulan.

Banyak fakta menarik tentang Korea sehingga khususnya keberadaan Korea Selatan semakin populer. Untuk bahasa Korea bagi para penggemar Korea tentu sudah tidak asing lagi dengan bahasa Korea sehari-hari seperti ucapan Annyeong haseyo (안녕하세요) dan Kamsahamnida (감사합니다). Kedua sapaan ini sangat akrab di telinga kita karena sudah sangat sering terdengar di drama-drama Korea.

Tulisan Korea berbeda dengan tulisan yang bahasa lain seperti bahasa Indonesia, Inggris, dan yang lain. Tulisan yang digunakan oleh bahasa Korea adalah tulisan Hangeul (한글). Apakah Kamu penasaran dengan sejarah bahasa Korea hingga tercipta seperti sekarang?

Perlu Kamu ketahui bahwa bahasa Korea memiliki sejarah yang lumayan panjang. Sebelum huruf Hangeul ada, sebagai alat komunikasi sehari-hari orang Korea menggunakan tulisan Tiongkok. Karena tulisan Tiongkok sangat sulit untuk dipelajari golongan kalangan bawah, maka tercipta huruf Hangeul. Struktur tulisan serta penggunaan aksara Tiongkok hanya dapat dimengerti oleh golongan kalangan atas saja. Maka tidak heran waktu itu orang Korea banyak yang buta huruf.

Sejarah Bahasa Korea Menarik Hingga Tercipta Huruf Hangeul

Untuk Kamu yang penasaran dengan sejarah bahasa Korea, silakan simak ulasan yang akan saya bahas di bawah ini.

1. Huruf Hangeul Diciptakan oleh Raja Agung Sejong

Huruf Hangeul atau tulisan yang digunakan dalam bahasa Korea diciptakan oleh Raja Agung Sejong. Dia adalah raja ke empat yang berasal dari Dinasti Joseon. Ketika itu orang Korea sudah memiliki bahasa lisan sendiri. Waktu itu orang Korea menggunakan sistem tulis Tiongkok atau Cina. Karena tulisan Cina sangat rumit untuk dipelajari, maka hanya golongan bangsawan dan keluarga kerajaan saja yang mempunyai wewenang belajar bahasa. Atas dasar ini maka tidak heran rakyat di luar golongan ini mengalami buta huruf.

Pada tahun 1443 Raja Agung Sejong menciptakan huruf Hangeul yang terdiri dari 24 abjad sederhana. 24 abjad ini terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 huruf konsonan. Tujuan utama Raja Sejong menciptakan huruf Hangeul adalah agar rakyat Korea banyak yang bisa baca tulis. Karena dengan banyaknya yang bisa baca tulis, Raja Sejong mempunyai keyakinan rakyat Korea akan semakin makmur.

About Info Menarik

Berbagi Info & Tips Trik Menarik tentang seputar Android, EPS-Topik Korea, Kesehatan, Microsoft Office, Pendidikan, Photoshop, Software, Teknologi, WordPress Terlengkap dan Gratis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.