Bagaimana Cara Tepat Mendidik Anak Penderita Autis? Yuk Cek Tipnya Disini!

Mendidik Anak Autis

Info Menarik – Setiap orang tua pastilah menginginkan anak yang normal baik secara fisik maupun psikologis. Tetapi tentunya ketika diberikan seorang anak yang memiliki gangguan pada fisik, psikis maupun perilakunya tugas orang tua juga untuk mengasuh dengan benar. Termasuk ketika memiliki anak dengan gangguan autisme disinilah peran orang tua dibutuhkan. Mendidik anak autis tentu saja akan banyak tantangannya.

Baca Juga : Ternyata Begini 5 Cara Menumbuhkan Semangat Motivasi Belajar Pada Anak

Kita pasti sudah sering mendengar istilah autis dalam kehidupan sehari-hari tetapi mungkin masih banyak yang belum memahami dengan benar. Yang memprihatinkan adalah kebiasaan mengistilahkan orang yang asik dengan gadgetnya dengan sebutan autis. Hal tersebut bisa dikatakan sebagai bentuk tindakan menyepelekan orang atau anak dengan autisme yang sesungguhnya.

Autisme sebenarnya adalah sebuah gejala gangguan pada sistem saraf dan kelainan tersebut biasanya akan terlihat dalam caranya melakukan interaksi sosial. Tanda yang paling mudah pada anak yang autis adalah kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Sehingga diperlukan sebuah cara yang tepat untuk mendidik anak autis tersebut agar mampu berdayaguna sebagai manusia.

Inilah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mendidik dan mengasuh anak dengan gangguan autisme.

Tips dan Cara Mendidik Anak dengan Masalah Autisme

1. Pahami Perilaku Autisme

Orang tua akan cenderung mudah emosi dan tidak sabar jika di dalam pikirannya tidak ditanamkan persepsi bahwa autisme itu istimewa. Agar bisa mendidik anak autis dengan benar dan efektif, dari awal orang tua harus memahami bahwa mereka bukan anak biasa. Dengan memahami bahwa perilaku anak autis itu istimewa dan tidak seperti anak pada umumnya maka semua akan berjalan dengan baik.

Beberapa perilaku yang biasa muncul pada anak dengan autisme yang harus dipahami orang tua adalah sebagai berikut :

  • Melakukan sesuatu dengan berulang-ulang, misalnya tepuk tangan, menggoyangkan tubuh dan sebagainya.
  • Sangat sensitif terhadap stimulus tertentu seperti suara yang sangat keras.
  • Asik dan fokus hanya pada benda tertentu saja, misalnya mainannya.
  • Sangat terpaku pada jadwal dan rutinitas hariannya.

Dengan memahami perilaku yang biasa muncul dan dilakukan seperti disebutkan di atas maka mendidik anak autis akan lebih mudah bagi orang tua.

2. Cari Tahu Faktor yang Membuat Anak Tidak Nyaman

Anak dengan gangguan perilaku autisme membutuhkan suasana yang nyaman bagi dirinya. Sesuatu yang bisa membuatnya merasa tidak nyaman seperti suara yang terlalu keras biasanya akan membuat mereka menangis. Atau pada anak yang lebih besar gangguan terhadap rasa nyaman karena stimulus yang mengganggu bisa membuatnya “mengamuk”.

Sebagai orang tua yang berperan aktif dalam mendidik anak autis sebaiknya mencari tahu hal apa saja yang membuat mereka tidak nyaman. Ingatlah bahwa pada anak autis mereka memiliki kepekaan yang sangat tinggi dalam menerima sebuah stimulus tertentu. Dan jika stimulus tersebut adalah sesuatu yang bisa mengganggunya otomatis anak akan merasa tidak nyaman.

3. Ajarkan Sesuatu secara Perlahan

Anak autis tetap harus diajarkan tentang banyak hal yang berlaku dalam keseharian hanya saja caranya yang berbeda. Pahami bahwa kemampuan mereka memahami sesuatu tidaklah sama dengan anak normal sebayanya. Perhitungkan juga tentang respon mereka saat terjadi stimulus yang mengejutkan dan akan membuat mereka tidak nyaman.

Dalam mendidik anak autis orang tua harus secara perlahan-lahan ketika mengajarkan dan menjelaskan sesuatu. Lakukan secara bertahap hingga mereka bisa memahami dengan benar. Jangan paksa mereka untuk terus mendengarkan Anda ketika sudah terlihat perilaku tidak nyaman. Tenangkan mereka ketika mereka menangis atau sedang tidak fokus.

4. Gunakan Gaya Authorative dalam Mendidik

Untuk mendidik anak autis orang tua maupun guru di sekolah disarankan untuk menggunakan cara atau gaya authorative. Yaitu sebuah model atau cara pengasuhan yang menghargai karakter yang ada pada setiap anak. Pengasuhan berdasarkan karakter anak tersebut disertai dengan penanaman nilai-nilai sosial pada mereka.

Dalam gaya pengasuhan authorative tersebut baik orang tua ataupun guru akan memberikan pengarahan tentang batasan dalam berperilaku. Ini akan membuat anak autis tetap mengetahui mana yang boleh mereka lakukan dan apa saja yang tidak boleh. Bahkan gaya pengasuhan dan pendidikan authorative ini bisa dilakukan hingga anak menjadi dewasa.

Baca Juga : Anak Rewel Tidak Ingin Sekolah? Jangan Pesimis, Coba Bujuk Dengan Cara Ini!

5. Jelaskan tentang Perbedaan

Mungkin akan timbul pertanyaan apakah perlu memberikan pemahaman pada anak-anak dengan autisme bahwa mereka berbeda dengan anak lain. Jawabannya adalah perlu hanya saja caranya harus tepat jangan sampai malah membuat mereka merasa minder karena berbeda. Katakan pada mereka bahwa pada dasarnya setiap orang itu memiliki perbedaan dan kekurangan serta kelebihan.

Secara perlahan jelaskan dimana letak perbedaan mereka dengan teman sebayanya yang lain termasuk tentang autisme. Sembari terus kembangkan rasa percaya diri pada anak bahwa mereka bisa menjadi apapun yang mereka cita-citakan. Orang tua dan guru harus bisa membantu anak untuk fokus pada kelebihan mereka sehingga akan mampu berdayaguna secara sosial.

Kalau merasa kesulitan untuk memberitahukan tentang perbedaan mereka dengan yang lain, orang tua bisa menggunakan media tertentu. Dalam cara mendidik anak autis kita bisa gunakan video, gambar atau media lainnya yang mudah dipahami oleh mereka. Bantu anak menemukan potensi dan kelebihannya meskipun mereka berbeda karena mereka istimewa.

6. Mengatasi Tantrum Pada Autis

Anak yang diberikan perbedaan karena mereka menderita autisme adalah personal yang istimewa. Mereka memiliki rasa peka yang lebih tinggi dari orang pada umumnya hanya saja tidak mampu untuk mengendalikannya. Rangsangan yang datang tiba-tiba dan mengejutkan bisa membuat mereka menangis bahkan “mengamuk” atau tantrum.

Anak normal yang sedang tantrum saja sudah cukup membuat pusing orang tua apalagi mereka yang memilki gangguan autisme. Bagaimana sikap orang tua yang seharusnya kalau anak autis sedang tantrum? Mengatasi tantrum termasuk dalam mendidik anak autis yang harus diketahui dan dikuasai oleh orang tua.

Baca Juga : Begini Cara Mengetahui Gaya Belajar Anak Sebagai Bahan Untuk Mengarahkannya

Yang harus diperhatikan adalah carilah penyebab yang membuat anak autis mengalami tantrum atau “mengamuk”. Apakah itu suara yang terlalu keras atau cahaya yang terlalu terang dan sebagainya. Cara untuk mengatasinya adalah dengan menjauhkan anak dari penyebab tantrum. Jangan lupa untuk melindungi anak agar tidak terjadi benturan pada kepalanya saat tantrum.

About Info Menarik

Berbagi Info & Tips Trik Menarik tentang seputar Android, EPS-Topik Korea, Kesehatan, Microsoft Office, Pendidikan, Photoshop, Software, Teknologi, WordPress Terlengkap dan Gratis.

One comment

  1. Informasi yang berguna. Untuk menjalankan info tersebut haruslah dibutuhkan ketelatenan dari orang terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.